Simulasi Disaster Manajemen & Aktivasi Code Blue Di Akper Kesdam VI/Tanjungpura

Hari Minggu, 23 Februari 2020
Pukul 10.00 WITA
Tempat Kampus Akademi Keperawatan Kesdam VI/Tanjungpura

Terjadi kecelakaan lalu lintas beruntun antar mobil minibus yang memakan banyak korban diantaranya pengemudi mobil minibus, pengendara sepeda motor serta pejalan kaki. Lokasi di jalan Mayjend Sutoyo S. pukul 10.00 WITA. Tampak terdapat korban seperti pengemudi mobil yang terhimpit pintu mobil, korban luka-luka seperti pengendara sepeda motor, pejalan kaki, dan ibu hamil, terdapat korban yang tidak sadarkan diri. Saat ini tampak ada percikan api dan suara ledakan beberapa kali pada mobil, saksi mata menghubungi Polsek Banjarmasin Barat untuk melakukan cros cek kejadian tersebut, setibanya anggota Kepolisian Sector Banjarmasin barat kemudian mengolah TKP. Setelah dinyatakan kebenarannya, Kepolisan meminta bantuan unit Ambulans PSC 119 Kota Banjarmasin dan petugas Puskesmas terdekat, Damkar dan Tim BPBD Kota Banjarmasin.

Menunggu bantuan datang anggota Kepolisian mengamankan lokasi dengan memberi police line dan membuat sketsa TKP. Tidak lama berselang personil Damkar mengerahkan APAR untuk memadamkan sumber api dan TIM BPBD membuka pintu mobil dengan menggunakan alat khusus guna membantu petugas medis mengeluarkan korban. Pada saat bersamaan petugas PSC 119 dan Puskesmas terdekat tiba di TKP dan segera melakukan pertolongan awal dalam kecelakaan, tampak petugas menggunakan perlengkapan medis dan beberapa petugas medis lain bertanya kepada korban “Apakah Ada Yang Bisa Berjalan?”, “Bagi Yang Mampu Untuk Berjalan Tolong Angkat Tangan”, petugas medis segera mengevakuasi yang mampu berjalan ke tempat yang aman.

Adapun korban yang tidak dapat menjawab, petugas medis melakukan evakuasi keamanan pasien menggunakan neckholer untuk menghindari terjadinya fraktur servikal dan melakukan fiksasi bagi yang dicurigai multiple truma. Setelah keadaan korban aman maka petugas medis melakukan mobilisasi menggunakan tandu untuk menempatkan korban di area aman. Selain itu untuk mengevakuasi korban yang terhimpit badan mobil, petugas medis dibantu dengan personil BPBD Kota Banjarmasin untuk merusak pintu mobil menggunkan peralatan, setelah pintu dapat dibuka petugas medis segera melakukan evakuasi.

Pada area aman petugas medis mengkasifikasi korban dengan menggunakan 4 label warna meliputi merah, kuning, hijau dan hitam. Warna Merah menunjukaan keadaan perlu penanganan dengan cepat untuk mencegah korban meninggal, dengan syarat korban memiliki kemungkinan untuk dapat hidup, seperti korban trauma kepala dengan ukuran pupil mata yang tidak sama, dan perdarahan hebat. Warna Kuning menunjukkan keadaan yang memerlukan perawatan segera, namun masih dapat ditunda karena ia masih dalam kondisi stabil. korban dengan kode kuning masih memerlukan perawatan di rumah sakit dan pada kondisi normal akan segera ditangani, seperti korban seperti dengan patah tulang di beberapa tempat, patah tulang paha atau panggul, dan trauma kepala. Warna Hijau menunjukkan keadaan cedera ringan, biasanya korban cedera yang masih sadar dan bisa berjalan, seperti patah tulang ringan, atau luka ringan. Warna Hitam menunjukkan keadaan korban yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Misalnya, mereka yang masih hidup namun mengalami cedera yang amat parah sehingga meskipun segera ditangani, pasien tetap akan meninggal. Berdasarkan Asesment lapangan maka diperoleh label merah sebanyak 8 (delapan) orang, label kuning sebanyak 12 (dua belas) orang dan label hijau sebanyak 15 (lima belas orang). Label hitam nihil.

Korban yang telah diberikan label dibawa petugas medis dengan menggunakan tandu ke Rumah Sakit Lapangan yang didirikan untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Mobilisasi korban sesuai dengan jalur triase yang terdapat di Rumah Sakit Lapangan. Bagi korban dengan label merah segera dilakukan tindakan untuk menghentikan perdarahan, bagi korban dengan label kuning diberikan tindakan fiksasi yang mengalami fraktur (patah tulang), dan bagi korban dengan label hijau diberikan obat serta dibersihakan lukanya.

Setelah mendapat penanganan di Rumah Sakit Lapangan Korban dengan label Merah dan kuning dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan dengan menggunakan Ambulans Rumah Sakit, Ambulans PSC 119 dan diiringi mobil Polsek Banjarmasin Barat dan Damkar dan BPBD Kota Banjarmasin. Sesampainya di Rumah sakit Rujukan korban mendapatkan penanganan lebih intensive.